“KETIKA HARUS BERDEBAT DENGAN PASANGAN”
Dalam berumah tangga, hubungan suami istri tidak selamanya berjalan mulus dan adem ayem kan, Mak? pasti ada saja batu-batu kerikil atau batu besar yang menjadi bumbu sedap dalam hubungan suami istri. Sekali waktu pasti pernah kan mak, tidak sepaham atau berseberangan pendapat. Hal itu terkadang bisa menyulut emosi keduanya dan timbul pertengkaran bahkan sampai dengan perceraian.
Berbeda pendapat itu mah biasa dalam hubungan suami istri, tapi sebagai orang tua itu wajib ain untuk menjaga kesalehan dihadapan anak-anak. Biarpun ego setinggi langit, biarpun emosi sudah di ubun-ubun, emak-bapak yang baik harus bisa menahan ungkapan-ungkapan yang membuat rumah kita seperti neraka, agar anak-anak kita tidak menjadi gegana (Generasi yang Galau dan Merana).
Rumah sebisa mungkin sebagai sumber kebahagiaan, sehingga hormon cinta anak penuh dan tidak mengharapkan lagi pelampiasan di luar rumah. Itulah, Mak.. jadi orang tua itu tidak gampang, harus pandai acting layaknya artis, harus bisa memendam amarah dan menjaga perilaku. Biarpun memang dari sananya perilakunya nggak terlalu baik, tapi dihadapan anak-anak wajib ain untuk berpura-pura manjadi orang yang berkarakter baik.
Lalu gimana, Mak? Kan tidak lega kalau punya unek-unek nggak diomongin..
Gini, Mak.. biar tidak pecah perang dunia ketiga, saat pasangan kita lagi marah, kita jangan menjadi api malah terbakar nanti rumah. Jadilah seperti air, tetap dingin, diam, dan tetaplah menurunkan ego jangan menandingi dengan amarah. Jika sudah tak kuat mak…tinggal pergi saja atau tidur. Hehehe
Wah, tidak selesai tuh, kalau lagi salah paham, semua butuh dijelaskan. Tunggu pasangan kita adem, biarkan kehidupan berjalan seperti biasanya, tidak usah mogok masak, mogok ngurus anak apalagi demo. Tetap tenang, kalau hati masih dongkol nggak apa-apa lah, diem aja, dari pada nanti pecah perangnya. Kalau sudah tidak betah emak bisa sms atau wa aja, ungkapin tuh unek-unek, boleh juga maki-maki untuk menyadarkan keegoisan pasangan kita. Biasanya Emak-Emak kalau lewat tulisan itu lebih leluasa untuk curhatnya, kalau berhadapan itu keduluan meweknya. Hehehe itu mah saya.
Kalau sudah diomongin kan lega mak ya, nggak usah seluruh kampung tahu, atau seluruh dunia tahu kalau kita lagi ada masalah sama suami. Makanya nggak perlu juga kali curhat di medsos, fieuh tambah bikin runyam. Biarpun toh hati ini berkibar-kibar, orang lain melihat kita tetap adem ayem gitu lo mak.
Berbeda pendapat itu mah biasa dalam hubungan suami istri, tapi sebagai orang tua itu wajib ain untuk menjaga kesalehan dihadapan anak-anak. Biarpun ego setinggi langit, biarpun emosi sudah di ubun-ubun, emak-bapak yang baik harus bisa menahan ungkapan-ungkapan yang membuat rumah kita seperti neraka, agar anak-anak kita tidak menjadi gegana (Generasi yang Galau dan Merana).
Rumah sebisa mungkin sebagai sumber kebahagiaan, sehingga hormon cinta anak penuh dan tidak mengharapkan lagi pelampiasan di luar rumah. Itulah, Mak.. jadi orang tua itu tidak gampang, harus pandai acting layaknya artis, harus bisa memendam amarah dan menjaga perilaku. Biarpun memang dari sananya perilakunya nggak terlalu baik, tapi dihadapan anak-anak wajib ain untuk berpura-pura manjadi orang yang berkarakter baik.
Lalu gimana, Mak? Kan tidak lega kalau punya unek-unek nggak diomongin..
Gini, Mak.. biar tidak pecah perang dunia ketiga, saat pasangan kita lagi marah, kita jangan menjadi api malah terbakar nanti rumah. Jadilah seperti air, tetap dingin, diam, dan tetaplah menurunkan ego jangan menandingi dengan amarah. Jika sudah tak kuat mak…tinggal pergi saja atau tidur. Hehehe
Wah, tidak selesai tuh, kalau lagi salah paham, semua butuh dijelaskan. Tunggu pasangan kita adem, biarkan kehidupan berjalan seperti biasanya, tidak usah mogok masak, mogok ngurus anak apalagi demo. Tetap tenang, kalau hati masih dongkol nggak apa-apa lah, diem aja, dari pada nanti pecah perangnya. Kalau sudah tidak betah emak bisa sms atau wa aja, ungkapin tuh unek-unek, boleh juga maki-maki untuk menyadarkan keegoisan pasangan kita. Biasanya Emak-Emak kalau lewat tulisan itu lebih leluasa untuk curhatnya, kalau berhadapan itu keduluan meweknya. Hehehe itu mah saya.
Kalau sudah diomongin kan lega mak ya, nggak usah seluruh kampung tahu, atau seluruh dunia tahu kalau kita lagi ada masalah sama suami. Makanya nggak perlu juga kali curhat di medsos, fieuh tambah bikin runyam. Biarpun toh hati ini berkibar-kibar, orang lain melihat kita tetap adem ayem gitu lo mak.

Keren
BalasHapus